Home Headline Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter
HeadlineTangerang

Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter

Share
Share

Tangerang – Bantenmore.com ¦ Pembangunan peningkatan jalan betonisasi di wilayah RW 17, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mendapat sorotan dari Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Tangerang. Selasa (08/09/26).

Sorotan tersebut mencuat menyusul adanya dugaan pekerjaan betonisasi yang memiliki ketebalan volume kurang dari 20 sentimeter, sebagaimana ketentuan teknis yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, mengingat kualitas dan ketebalan beton menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kekuatan serta umur layanan jalan.

Setelah di lakukan pengukuran dengan menarik benang, mendapati ketebalan kurang dari 20 cm, ukuran volume ketebalan yang di dapat bervariasi 18 cm,16 cm,15 cm bahkan ada yang 13 cm, sedangkan untuk papan bagisting 20 cm.
Hal ini menimbulkan pertanyaan dan asumsi adanya kesengajaan dugaan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Pelaksanaan dalam kegiatan tersebut di kerjakan oleh PT. PANDAWA SEMBILAN BERKAH.
NILAI KONTRAK : 188.260.000 dengan waktu pelaksanaan 60 hari Kalender.

Sopiyan meminta pihak pelaksana maupun instansi terkait tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal sepele. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.

«“Kalau benar ditemukan ketebalan beton kurang dari spesifikasi, ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai kualitas dikurangi, sementara masyarakat berharap jalan yang dibangun bisa bertahan dalam jangka panjang,” tegas Sopiyan.»

Ia juga mendorong adanya pengukuran atau pemeriksaan teknis secara resmi untuk memastikan ketebalan beton yang telah dikerjakan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting agar persoalan tidak berhenti pada dugaan atau asumsi semata.

Selain ketebalan, Sopiyan meminta pengawasan terhadap pekerjaan dilakukan secara serius, mulai dari proses pelaksanaan, mutu material, hingga hasil akhir pekerjaan.

“Kami tidak sedang mencari kesalahan. Kami ingin memastikan uang rakyat digunakan untuk menghasilkan infrastruktur yang benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sopiyan menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi kontrak, maka pihak yang berwenang harus mengambil langkah sesuai ketentuan.

Pembangunan jalan merupakan fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan tidak semestinya dikompromikan hanya demi mengejar target penyelesaian proyek.

Kini, publik menunggu keterbukaan pihak pelaksana dan instansi terkait untuk memastikan: apakah ketebalan betonisasi RW 17 Kuta Bumi benar sesuai spesifikasi, atau justru terdapat pengurangan volume yang berpotensi memengaruhi kualitas jalan.

[*/Red/konong]

#js

Share