Serang – Bantenmore.com ¦ Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten menyelenggarakan kegiatan Life Skill bagi Masyarakat Masjid bertajuk “Manajemen Masjid dan Dakwah Digital” di lingkungan Masjid Pangampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, pada Sabtu (4/7/2027). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti oleh tokoh masyarakat, para sesepuh, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta pemuda dari lingkungan sekitar sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan masjid di era digital.
Perwakilan LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. Sholahuddin Al-Ayyubi, M.A., menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengurus masjid memerlukan kemampuan manajerial yang baik agar mampu mengelola masjid secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Masjid harus dikelola dengan manajemen yang baik sehingga mampu menjalankan fungsi ibadah, pendidikan, pembinaan masyarakat, serta pelayanan sosial secara optimal. Karena itu, peningkatan kapasitas DKM menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Supe’i Al-Bantani, S.Ag., M.A., selaku Pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Serang, Pengurus Forum Komunitas Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten, sekaligus Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Provinsi Banten, menyampaikan materi mengenai pentingnya manajemen masjid yang terencana dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa manajemen masjid merupakan proses pengelolaan rumah ibadah secara sistematis, terarah, dan profesional yang melibatkan pengurus serta jamaah. Tujuan utamanya adalah memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial melalui penerapan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan.
Menurutnya, keberhasilan memakmurkan masjid tidak hanya ditentukan oleh kualitas program, tetapi juga oleh kekompakan pengurus dan harmonisasi hubungan dengan jamaah.
“Apabila terjadi kerenggangan antara pengurus dan jama’ah, atau tidak adanya kekompakan di internal DKM, maka akan sulit mewujudkan masjid yang makmur. Karena itu, persatuan, komunikasi, dan semangat kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi kemasjidan,” jelasnya.
Supe’i juga menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat pelaksanaan ibadah. Sejak masa Rasulullah Saw, masjid telah menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan Baitul Mal. Oleh sebab itu, masjid masa kini harus mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui program-program yang produktif dan berkelanjutan.
Ia memperkenalkan tiga pilar utama dalam manajemen masjid, yakni Idarah, Imarah, dan Ri’ayah. Idarah berkaitan dengan pengelolaan organisasi, administrasi, keuangan, dan sarana prasarana. Imarah berfokus pada penyelenggaraan kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan jamaah. Sementara Ri’ayah menitikberatkan pada pemeliharaan bangunan, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan masjid agar tetap menjadi tempat ibadah yang representatif.
Selain itu, ia mengajak seluruh pengurus DKM untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai media dakwah yang efektif dan menjangkau masyarakat lebih luas. Menurutnya, media digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi kegiatan masjid, memperkuat komunikasi dengan jamaah, serta menyampaikan nilai-nilai Islam secara bijaksana dan moderat.
Mengakhiri penyampaiannya, Supe’i mengajak seluruh peserta menjadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan dalam memakmurkan masjid melalui slogan, “Masjid Maju, Jamaah Bersatu, Dakwah Mendunia Melalui Teknologi Digital.”
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Pangampelan, H. Jamil, M.A., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini telah lama dinantikan oleh masyarakat, terutama kalangan pemuda masjid.
“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar para pemuda semakin termotivasi dan aktif menjalankan berbagai program kemasjidan,” katanya.
Melalui kegiatan Life Skill bagi Masyarakat Masjid, LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berharap lahir pengurus masjid yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan pengelolaan yang baik, sinergi antara DKM dan jamaah, serta pemanfaatan teknologi digital secara positif, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan solusi atas berbagai persoalan umat.
[*/Red/HH]
#Kaperwilprovbanten