Tangerang – Bantenmore.com ¦ Sejumlah massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bebersih menggelar aksi penyampaian aspirasi di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang pada Senin (6/7/2026).
Aksi ini mendapat pengawalan langsung dari Wakasat Intelkam Polresta Tangerang, AKP H. Samsudin, SH dan jajaran Polresta Tangerang, untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Perwakilan massa aksi yang dipimpin oleh Ketua LSM Bebersih, Andry Ardiansyah, akhirnya diterima untuk beraudiensi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan, H. Agus Supriyatna, S.Sos., M.Si.
*Sorotan Terkait Transparansi Tender*
Dalam pertemuan tersebut, Andry Ardiansyah secara tegas mempertanyakan mekanisme tender proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Menurutnya, terdapat kesan kuat bahwa proses tender telah diatur sedemikian rupa sehingga kontraktor lokal atau pengusaha Tangerang sulit untuk bersaing secara sehat.

”Kami sebagai kontraktor warga Tangerang kesulitan mendapatkan tender. Semuanya seolah sudah diatur dengan catatan harus membayar fee. Tender kerap terkesan manipulatif dan pemenangnya disiapkan di awal,” ujar Andry saat menyampaikan keluhannya.
Andry menambahkan bahwa aksi ini merupakan respons atas tidak adanya jawaban konkret dari dinas terkait surat permohonan klarifikasi yang telah dikirimkan sebelumnya. Pihaknya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada transparansi yang nyata.
*Tanggapan Pihak Dinas Pendidikan*
Menanggapi tuduhan tersebut, Sekdis Pendidikan Kabupaten Tangerang, H. Agus Supriyatna, menjelaskan bahwa proses pengadaan saat ini telah melalui sistem yang lebih modern dibandingkan era sebelumnya. Ia membantah adanya praktik bagi-bagi proyek yang terencana.
”Dulu (sejak 1997) sistemnya masih manual, kalau sekarang sudah melalui sistem. Terkait surat masuk, kami memiliki aturan balasan paling lama 10 hari kerja,” jelas H. Agus.
Ia juga menanggapi isu mengenai setoran fee yang dikeluhkan kontraktor. H. Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kebijakan untuk mewajibkan pemberian uang dalam proyek.

“Saya ingin menyampaikan bahwa (tuduhan tersebut) tidak akan pernah ada kebijakan seperti itu,” tegasnya.
Diakhir pertemuan Ketua LSM Bebersih H. Andry Ardiansyah, SE mengucapkan terima kasih kepada Kanit Intelkam Polresta Tangerang yang telah memfasilitasi suara kami sehingga surat pernyataan kami bisa diterima oleh Pihak Dinas Pendidikan,
“Alhamdulillah, aksi pada hari ini berjalan aman dan kondusif,” ungkap Ketua Andry.
Pihaknya mengancam akan kembali lagi jika tuntutan yang hari ini disampaikan kepada Kadis Pendidikan yang diwakili Sekdis tidak ada respon positif.
Pada pukul 11.00 Wib massa aksi berangsur membubarkan diri.
[*/Red/HH]
#Kaperwilprovbanten