Home Banten Cilegon Polres Cilegon Mengungkap Kasus Penganiayaan di Pulomerak, Dipicu Akibat Dendam Lama
CilegonHeadline News

Polres Cilegon Mengungkap Kasus Penganiayaan di Pulomerak, Dipicu Akibat Dendam Lama

Share
Share

Cilegon – Bantenmore.com ¦ Polres Cilegon Polda Banten menggelar konferensi pers cuplikan peristiwa pengukuran berat, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Andika Adi Pradana, SIK, MM didampingi Kapolsek Pulomerak bersama Kasat Reskrim Polres Cilegon, Kasi Humas dan Kanit Reskrim.

Peristiwa dugaan penusukan terbaru di wilayah Pulomerak terjadi pada Jumat dini hari, 25 September 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Adapun lokasi kejadian di bengkel yang berada di kawasan depan Flyover Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Kapolres Cilegon AKBP Andika Adi Pradana, SIK, MM dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa benar terjadi kasus infrastruktur berat yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pulomerak pada, 25 September 2026 lalu.

“Polres Cilegon melalui Polsek Pulomerak berhasil mengungkap kasus buruk yang dipicu oleh balas dendam lama. Pelaku melakukan penusukan terhadap korban menggunakan pisau dapur hingga menancap di kepala,” ungkap AKBP Andika Adi Pradana pada konferensi pers.

“Adapun tersangka yang ditangkap dan diamankan berinisial R (54), diamankan setelah melakukan tindakan pengukuran berat terhadap korban berinisial J (49),” jelasnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 25 September 2026 sekira pukul 03.30 WIB di Bengkel Alfayan yang berlokasi di bawah Flyover Jalan Raya Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

“Motif bergambar berat ini dipicu akibat rasa sakit hati dan balas dendam pribadi. Pelaku menyimpan balas dendam karena pernah dipukul oleh korban pada tahun 2018 lalu. Meskipun permasalahan masa lalu itu terselesaikan sempat, tersangka ternyata masih menyimpan balas dendam hingga nekat rencana aksi penusukan tersebut,” terang AKBP Andika Adi Pradana.

Lanjut Kapolres, cerpen ini terjadi saat korban sedang tertidur di area bengkel. Pelaku secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan sebilah pisau dapur sepanjang 27 cm.

Aksi penyerangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka tusuk serius pada bagian kepala atas pelipis kanan serta luka sobek di bagian telapak tangan kanan.Korban dalam kondisi terluka parah langsung dibawa ke RS Krakatau Medika Cilegon sekitar pukul 04.30 WIB untuk penanganan medis darurat, tutur Kapolres Cilegon.

Kapolres Cilegon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kondusifitas wilayah serta menyelesaikan setiap genetika melalui jalan mufakat.

“Warga juga diminta untuk tidak segan melaporkan kejadian tindak pidana melalui layanan Call Center Polisi 110 atau ke kantor polisi terdekat,” tutupnya.

Dalam keterangan konferensi pers Kapolsek Pulomerak Polres Cilegon Kompol D Ambarita mengungkapkan bahwa peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah bengkel di kawasan Flyover Merak, Pulomerak, pada Jumat dini hari.

“Akibat luka yang dialami korban harus menjalani operasi berat di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) untuk menyelamatkan nyawanya,” ujarnya.

“Dari hasil visum ahli bedah ada dua bagian luka di pelipis dengan luka tusuk sedalam 4 cm dan luka robek,” jelas Kapolsek.

“Korban THD saat sedang berbaring di tikam mengenai pelipis dan tidak puas dilakukan kembali oleh korban,” terangnya.

“Setelah menusuk, TSK kembali akan melakukan tetapi gagang pisau lepas dan pisau masih menancap di korban,” tuturnya.

“Dalam penyelidikan ini mengalami kesulitan karena kondisi korban belum normal, selesai operasi korban saat dimintai keterangan masih berubah rubah,” tegas Kompol Ambarita.

Lanjut Kapolsek Pulomerak, untuk motif tersangka ada unsur balas dendam kepada korban, sebelum tahun 2018 ada cekcok antara korban dengan tsk balas dendam. Pelaku memang sebelumnya akan melakukan kepada korban namun tidak jadi karena banyak orang di sekitar korban.

“Petugas saat mendatangi TKP tidak ada barang yang hilang di lokasi kejadian,” ungkapnya.

“Pelaku dan korban ini Sama sama bekerja dibengkel HH, dan pelaku selalu ada di bengkel, sementara korban bila dibutuhkan atau ditelepon baru datang untuk bekerja,” tambahnya.

Atas perbuatannya, kini tersangka dijerat dengan Pasal 468 ayat (1) KUHPidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun, tandas Kapolsek Pulomerak.

[*/Red BM]

Share