Serang – Bantenmore.com ¦ Sebelumnya ramai pemberitaan di beberapa media online terkait adanya dugaan korupsi dan nepotisme pada pembangunan U-Ditch di desa petir kecamatan petir. Salah satunya telah terbit di media Bantenmore.com dengan judul dugaan proyek siluman pembangunan U-Ditch tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan alias amburadul dan adanya nepotisme aspirasi dewan. Minggu (10/11/24)
Sebagai bahan informasi pembangunan U-Ditch tersebut berlokasi di kp. pakem kidul Des. Petir Kec. Petir Kab. Serang dengan menelan anggaran sebesar Rp. 187.080.000 (seratus delapan puluh tujuh juta delapan puluh ribu rupiah) yang di anggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.
Adapun dugaan beberapa kejanggalan pada pembangunan U-Ditch di desa petir kecamatan petir kabupaten serang yang berhasil di himpun oleh jurnalis bantenmore.com sebagai berikut:
1. Di Duga Pembangunan U-Ditch Beraroma Korupsi, Nepotisme dan Gratifikasi
Adanya dugaan Korupsi dan Nepotisme pada pembangunan U-Ditch tersebut menurut informasi salah seorang warga setempat Asmar di duga kuat bahwa proyek pembangunan itu berasal dari APBD provinsi banten melalui aspirasi dewan provinsi banten dari fraksi PPP berinisial (UBD) dan sebagai pelaksana nya berinisial (FK) yang merupakan anak dari dewan berinisial (UBD) tersebut.
Dengan adanya informasi dan temuan tersebut di duga kuat telah terjadi adanya dugaan nepotisme dan gratifikasi pada pembangunan U-Ditch tersebut dengan cara yang di lakukan secara masif di duga kuat antara Dinas PUPR Provinsi Banten Aspirasi Dewan dan pelaksana Kegiatan pembangunan U-Ditch tersebut.
Selain itu adanya dugaan korupsi karena pelaksana kegiatan menggunakan bahan dan mutu U-Ditch kurang baik, dengan di temukan nya beberapa U-Ditch yang mengalami kerusakan.

2. Di duga pembangunan U-Ditch proyek siluman.
Adanya dugaan proyek siluman pada pembangunan U-Ditch tersebut karena sejak penelusuran awal tidak di temukan nya papan informasi publik, walaupun saat ini sudah terpasang informasi publik di lokasi kegiatan.
3. Kepala Desa Petir tidak mengetahui terkait pembangunan tersebut.
Saat di konfirmasi oleh awak media Wahyudi selaku kepala desa petir kecamatan petir, tidak mengetahui bahwa adanya pembangunan U-Ditch di lingkungan desanya, karena sejak awal pihak pelaksana tidak pernah menginformasikan terkait pembangunan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, inilah beberapa tanggapan dari para penggiat anggaran yang tergabung dalam forum aktivis serang selatan.
1. Meminta Kepada Intansi Terkait untuk menyelidiki adanya dugaan korupsi, nepotisme dan gratifikasi pada pembangunan U-Ditch di desa petir
Permohonan itu di sampaikan langsung oleh pengurus forum Oman Sumantri yang meminta agar mengaudit dan memberikan sanksi yang tegas kepada para oknum yang memampaatkan jabatan nya untuk kepentingan pribadi.
Salah satunya mencuat nya dugaan nepotisme pada pembangunan U-Ditch di desa petir yang di bawa dan di kerjakan oleh orang tua dan anaknya.
2. Akan melakukan aksi jika tidak ada tindakan yang serius dari Intansi terkait
Forum aktivis serang selatan dalam menyikapi segala permasalahan tidak akan tembang pilih, terutama yang menyangkut terkait pelanggaran yang mengakibatkan kerugian pada negara.
Begitu pula dengan dugaan pembangunan U-Ditch yang syarat akan adanya dugaan korupsi, nepotisme dan gratifikasi. Kami meminta kepada seluruh Intansi pengawasan di tingkat provinsi dan pusat agar segera melakukan pemeriksaan terkait adanya dugaan Korupsi, nepotisme dan gratifikasi pada pembangunan U-Ditch di desa petir yang di bawa dan kerjakan oleh satu keluarga.
Dan sebagai bentuk kekecewaan kami jika tidak ada penyelesaian pada dugaan pelanggaran tersebut. Secepatnya kami akan melakukan aksi agar segala pengawas pemangku kebijakan bisa bekerja. Ungkap Oman Sumantri
[*/red repi]