Home Headline News Patung Momentum Alun-Alun Kota Serang Dihancurkan, Akankah Air mancur Menggantikan Ikon dan Kenangan Warga?
Headline NewsSerang Kota

Patung Momentum Alun-Alun Kota Serang Dihancurkan, Akankah Air mancur Menggantikan Ikon dan Kenangan Warga?

Share
Share

Kota Serang – Bantenmore.com ¦ kembali menghadapi perubahan pada salah satu ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Patung Momentum yang berada di kawasan Alun-Alun Kota Serang dihancurkan untuk kemudian dilakukan renovasi dan perubahan fungsi menjadi air mancur. Jum’at (11/9/26)

Pembangunan dan penataan ulang ruang publik tentu bukan sesuatu yang salah. Kota memang perlu berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Namun, perubahan sebuah ruang publik seharusnya tidak hanya dilihat dari sisi keindahan dan pembangunan fisik, tetapi juga dari nilai sejarah, identitas, serta kenangan masyarakat yang melekat di dalamnya.

Patung Momentum selama ini bukan sekadar bangunan yang berdiri di tengah kawasan Alun-Alun Kota Serang. Bagi sebagian masyarakat, keberadaannya menjadi bagian dari wajah kota yang telah mereka kenal selama bertahun-tahun. Tempat tersebut juga menjadi salah satu titik yang mudah dikenali ketika masyarakat berbicara mengenai kawasan Alun-Alun Kota Serang.

Ketika sebuah simbol kota dihilangkan, pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah perubahan tersebut benar-benar diperlukan, dan apakah masyarakat telah mendapatkan ruang yang cukup untuk mengetahui alasan serta tujuan perubahan tersebut?

Renovasi menjadi air mancur mungkin dapat memberikan wajah baru yang lebih menarik bagi kawasan alun-alun. Air mancur juga dapat menjadi daya tarik baru dan membuat ruang publik terlihat lebih modern. Namun, modernisasi tidak selalu berarti harus menghilangkan seluruh unsur lama.

Ada banyak cara untuk mempercantik sebuah kota tanpa harus menghapus begitu saja elemen yang telah memiliki nilai bagi masyarakat. Pemerintah dapat mempertimbangkan konsep penataan yang menggabungkan unsur lama dan baru, sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa menghilangkan identitas yang sudah terbentuk.

Hal yang tidak kalah penting adalah komunikasi kepada masyarakat. Setiap pembangunan yang menggunakan ruang publik dan anggaran pemerintah idealnya disertai dengan informasi yang terbuka mengenai alasan pembangunan, konsep desain, manfaat, biaya, serta dampaknya bagi masyarakat.

Masyarakat bukan berarti menolak pembangunan. Kritik dan pertanyaan yang muncul justru dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap kota tempat mereka tinggal. Masyarakat berhak mengetahui mengapa sebuah ikon atau bagian dari ruang publik harus diubah dan seperti apa hasil akhirnya nanti.

Alun-Alun Kota Serang seharusnya tidak hanya menjadi tempat yang terlihat indah secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang memiliki cerita. Sebuah kota bukan hanya kumpulan gedung, jalan, taman, dan fasilitas publik. Kota juga dibentuk oleh memori masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Karena itu, perubahan Patung Momentum menjadi air mancur semestinya menjadi bahan evaluasi bersama. Jika memang renovasi tersebut bertujuan memperindah dan meningkatkan fungsi Alun-Alun Kota Serang, maka hasil akhirnya diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek perubahan fisik.

Pembangunan kota yang baik bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang bagaimana menghargai sesuatu yang telah menjadi bagian dari perjalanan kota.

Serang boleh berubah. Serang boleh menjadi lebih modern. Namun, di tengah perubahan tersebut, identitas dan kenangan masyarakat juga perlu dipertahankan.

Sebab, ketika sebuah bangunan hilang, yang mungkin ikut hilang bukan hanya bentuk fisiknya, tetapi juga sebagian kecil dari cerita sebuah kota.

penulis: Ririn Oktabria Ramadan, Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Unpam Serang. Disampingi Angga Rosidin, S.I.P.,M.A.P., dan Zakaria Habib Al-Ra’zie,S.I.P.,M.Sos

[*/Red/js]

#kabirokotaserang

Share