Pandeglang – Bantenmore.com ¦ Ribuan masyarakat memadati Pondok Pesantren Islam Riyadul Alfiyah Kadukaweng atau PIRAK di Kampung Kadukaweng, Desa Sukasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, pada Jumat malam, 10 Juli 2026 bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan pembacaan Tahlil dan Tahmid oleh Abah KH Daud dari Cisantri, Pandeglang.
Mereka berdatangan dari berbagai wilayah, termasuk dari luar Pandeglang, untuk menghadiri Haul Akbar ke-28 salah satu ulama kharismatik dan termasyhur di Kabupaten Pandeglang, yakni Mama KH. Sanja atau Abuya Sanja bin Hj. Umi Elas / H. Kasmin. Abuya Sanja lahir di Kampung Cigintung sekitar tahun 1917 M.
Abuya Sanja dikenal sebagai “Raja Alfiyah” di wilayah Pandeglang Banten. Sosok ulama yang bersahaja ini wafat pada 25 Muharram dan telah melahirkan banyak alumni pesantren yang berhasil dalam menuntut ilmu serta memiliki santri.

Ustadz Pahroni, salah satu warga Telagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang yang merupakan alumni Ponpes Riyadul Alfiyah Kadukaweng, saat ditemui awak media mengatakan bahwa pesantren yang didirikan Abuya Sanja merupakan tonggak sejarah yang menginspirasi.
“Kerja keras beliau membangun Ponpes Islam Riyadul Alfiyah Kadukaweng yang dikenal dengan nama ‘PIRAK’ untuk mengajarkan ilmu agama kepada para santri akan selalu dikenang sebagai tonggak sejarah yang menginspirasi,” kata Ustadz Pahroni.
Ia mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama para ulama, santri, dan keluarga besar Ponpes Riyadul Alfiyah untuk mendoakan almarhum Abuya Sanja.

“Suatu kebanggaan bagi saya bisa hadir langsung di sini dan bisa berkumpul dengan para tokoh agama, santri, dan para jamaah yang begitu antusias mendoakan Abuya Sanja,” katanya.
Menurutnya, Haul Akbar ini mengingatkan kembali perjuangan dan kepemimpinan Abuya Sanja yang banyak bermanfaat bagi santri dan masyarakat.
“Dengan harapan agar generasi penerus dapat meneladani integritas almarhum. Semoga amal bakti beliau menjadi teladan bagi kita semua,” pungkasnya.
[*/Red/HH]
#Kaperwilprovbanten