Home Banten Koalisi Mahasiswa Demokasi Indonesia : Hindari Provokasi dan Mari jaga Kondusifitas pada Peringatan Hari Reformasi
BantenHeadline

Koalisi Mahasiswa Demokasi Indonesia : Hindari Provokasi dan Mari jaga Kondusifitas pada Peringatan Hari Reformasi

Share
Share

Banten – Bantenmore.com ¦ Peringatan reformasi bukan hanya sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan demokrasi bangsa yang diperjuangkan dengan penuh pengorbanan. Reformasi lahir dari keberanian mahasiswa dan rakyat dalam melawan ketidakadilan, menuntut perubahan, serta menghadirkan tata kelola negara yang lebih demokratis, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik. Jum’at (22/5/26)

Sebagai generasi penerus, mahasiswa Banten memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat nilai-nilai luhur reformasi tersebut. Semangat kritis, keberanian menyampaikan aspirasi, serta kepedulian terhadap kondisi sosial harus terus hidup. Namun, di tengah semangat itu, penting untuk tetap mengedepankan sikap yang bijak, dewasa, dan bertanggung jawab dalam setiap langkah perjuangan.

Menyampaikan aspirasi adalah hak yang dijamin dalam demokrasi, tetapi cara penyampaiannya juga mencerminkan kualitas gerakan itu sendiri. Oleh karena itu, mari kita wujudkan penyampaian pendapat yang damai, tertib, dan bermartabat. Hindari tindakan provokatif, ujaran kebencian, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta segala bentuk tindakan yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat persatuan.

Kondusifitas dan keamanan bukan berarti membungkam suara, melainkan memastikan bahwa setiap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan dampak negatif yang lebih luas. Mahasiswa harus mampu menjadi penyejuk di tengah dinamika, bukan justru menjadi pemicu konflik. Dengan mengedepankan dialog, diskusi, dan pendekatan yang solutif, gerakan mahasiswa akan lebih bermakna dan berdampak.

Momentum peringatan reformasi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat literasi politik dan kesadaran kolektif. Mahasiswa diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah, baik di ruang nyata maupun di media sosial. Bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai kaum intelektual. Tutupnya

[*/Red BM]

Share